Pengertian Bantalan (Bearing) Bantalan (Bearing) merupakan salah satu komponen yang biasa terdapat pada mesin yang berfungsi menumpu poros yang mempunyai beban tertentu, sehingga gerak berputar atau gerakan bolak balik dapat berlangsung dengan halus, aman dan komponen tersebut dapat tahan lama. Bantalan yang digunakan pada elemen mesin harus Tag teman kamu yang senang memelihara hewan peliharaan ini, ya. Info berlangganan silakan menghubungi bagian Sirkulasi Kompas Gramedia di Telp: 021-530 6263 Fax : 021-536 990 96 SMS: 0811 90 86 80 Email: subscribe@cc.kompasgramedia.com bobo.id #majalahbobo #boboid #fauna #cihuahua. Sebuah kiriman dibagikan oleh Majalah Bobo (@majalah_bobo) pada Jenis Tupai: Identifikasi, Makanannya, dan Fakta Menarik Lainnya. Baca Juga : Semua Jenis Tupai Yang Harus Anda Ketahui. scarysquirrel – Seperti semua jenis hewan, tupai sangat berbeda dalam hal apa yang mereka makan, penampilan mereka, dan bahkan bagaimana dan di mana mereka tinggal. Dalam artikel ini, kita akan melihat jenis tupai yang Nah sekian dulu materi tentang atap dan kuda – kudanya, kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan ya. jangan lupa share ya dan semoga bermanfaat ilmunya. Materi selanjutnya adalah tentang SANITASI dan RIOOLERING. tunggu update nya yaa. terima kasih. Ada tiga jenis tupai yang tersebar di dunia, yaitu tupai pohon, tupai tanah, dan tupai terbang. Lantaran, jenis dan spesiesnya cukup banyak, agak sulit untuk mengelompokkan ukuran tubuhnya. Namun, tupai yang dikenal paling kecil adalah spesies Tupai Kerdil Afrika, yang panjangnya 7 hingga 13 sentimeter. UQHp0c. BAJING DAN TUPAI Siapa yang tidak kenal dengan Bajing dan Tupai, hampir semua mengenalnya, meskipun banyak orang yang menganggapnya sebagai binatang yang sama. Bajing dan Tupai adalah dua jenis hewan yang berbeda walaupun dari kedua jenis binatang tersebut sama-sama pintar dan hebat, sehingga orang Indonesia sering menggunkan istilah dari kata bajing dan tupai. Bajing dan Tupai memiliki perbedaan, Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya. Tupai mempunyai moncong sangat panjang bagian muka, mulut dan hidung sedangkan tidak demikian dengan bajing yang pada bagian mulut dan hidungnya relatif agak merupakan mamalia pengerat ordo Rodentia dari suku famili Sciuridae yang dalam bahasa Inggris disebut squirrel. Sedangkan Tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocercidae yang dalam bahasa Inggris disebut treeshrew. Secara ilmiah ilmu biologi, Bajing berbeda dengan Tupai, bahkan sangat jauh hal makanannya pun berbeda. Bajing merupakan binatang pengerat yang memakan buah-buahan sedangkan Tupai merupakan binatang pemakan serangga. Tupai Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dari keluarga bajing. Tupai adalah pemangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa insektivora pemakan serangga bersama-sama dengan cerurut, sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia hewan pengerat bersama-sama dengan bahasa Inggris, tupai disebut treeshrew, yang arti harfiahnya cerurut pohon tree pohon, shrew cerurut meskipun tidak semuanya hidup di pohon arboreal.Tupai memiliki otak yang relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh pada tupai adalah yang terbesar pada makhluk hidup, bahkan mengalahkan sebelumnya diklasifikasiskan sebagai primata dan insectivora, tetapi sekarang diperlakukan sebagai suku tersendiri, dan sebagian zoologiwan dikelompokkan sebagai suku tersendiri, Scandentia. Ke-8 jenis Tupaia yang terdapat dipulau Kalimantan sangat mirip satu sama lain, tetapi biasanya dapat dibedakan dengan pengamatan yang hati-hati terhadap pola warna dan ukuranya. Bajing-Tanah moncong-runcing Rhiosciurus laticaudatus kadang bila terlihat dari jauh mirip seekor tupai, tetapi dapat dibedakan dari ekornya yang lebih pendek, tubuh bagian bawah lebih pucat dan jika ditangkap jari kaki depan akan mengalami perubahan dan gigi yang sangat berbeda. Anggota suku tupaidae lainya adalah tupai ekor sikat, yang sepintas berbeda dari tupaia dan merupakan satu-satunya anggotasuku yang norkturnal, dan tupai ekor kecil yaitu ras yang terdapat di pegunungan dan ekornya panjang serta pernah dipisahkan dari cerurut dan tikus bulan yang tetap berada dalam bangsa Insectivora, dan dipindahkan ke dalam bangsa Primata yang beranggotakan kukang, singapuar, monyet dan kera. Pemindahan ini karena kemiripan internal tupai dengan bangsa monyet itu, sehingga dianggap sebagai golongan primata menurut pendapat terbaru berdasarkan kajian kekerabatan molekuler molecular phylogeny, kini tupai digolongkan tersendiri ke dalam bangsa Scandentia; yang bersama-sama dengan kubung bangsa Dermoptera dan bangsa Primata di atas, menyusun kelompok hewan yang disebut Euarchonta. Gambaran cabang-cabang kekerabatan tersebut adalah sebagai berikutEuarchontoglires-Glires -hewan pengerat Rodentia, termasuk bajing. -kelinci dan terwelu Lagomorpha\-Euarchonta-tupai Scandentia\ Dermoptera\ telah punah\-primata PrimataScandentia terdiri dari dua suku yakni Tupaiidae dan Ptilocercidae. Pendapat lain misalnya Corbet dan Hill, 1992 menyebutkan bahwa bangsa ini terdiri dari suku tunggal Tupaiidae, dengan dua anak suku Tupaiinae dan Ptilocercinae. Ptilocercidae berisikan satu marga dan satu spesies saja, yakni tupai ekor-sikat Ptilocercus lowii. Sedangkan Tupaiidae memiliki 4 marga dan 19 Kalimantan Borneo kemungkinan merupakan pusat keragaman jenis-jenis tupai, mengingat sebelas 12 jika Palawan dimasukkan dari 20 spesies tupai di dunia dijumpai di sana. Rincian jenis dan penyebarannya adalah sebagai berikut• ORDO SCANDENTIASuku TupaiidaeGenus AnathanaTupai madras Anathana ellioti. Menyebar di anak benua DendrogaleTupai ekor-kecil indochina Dendrogale murina Kamboja, Vietnam selatan, Thailand ekor-kecil Dendrogale melanura. Terbatas di Sarawak bagian TupaiaTupai indochina Tupaia belangeri. Assam, Bangladesh, Burma, Tiongkok selatan, Thailand, Indochina, mentawai Tupaia chrysogaster. Kepulauan bergaris Tupaia dorsalis. akar Tupaia glis. Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa dan ramping Tupaia gracilis. Borneo, Karimata, Bangka dan kekes Tupaia javanica. Sumatra, Nias, Jawa dan kaki-panjang Tupaia longipes. kecil Tupaia minor. Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo, dan beberapa pulau seperti Singkep dan Pulau kalamian Tupaia moellendorffi. Pulau Calamian, gunung Tupaia montana. Terbatas di pegunungan di nikobar Tupaia nicobarica. Terbatas di Kepulauan palawan Tupaia palawanensis. Terbatas di Palawan, tercat Tupaia picta. Terbatas di indah Tupaia splendidula. Borneo bagian selatan, Karimata, Natuna, dan Pulau tanah Tupaia tana. Sumatra dan UrogaleTupai mindanao Urogale evereti. Terbatas di Mindanao dan pulau-pulau sekitarnya, Suku PtilocercidaeGenus PtilocercusTupai ekor-sikat, Ptilocercus lowii. Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan pulau-pulau di sekitarnya. Bajing Bajing memiliki moncong yang tidak terlalu panjang seperti halnya tupai, bagian muka mulut dan hidung relati agak rata atau datar. Bajing memiliki 2 famili atau 2 anak suku antara lain, famili dari Sciuridae Bajing pohon dan Bajing tanah dengan jumlah 20 spesies dan famili dari Ptromydae Bajing terbang dengan jumlah 14 Kingdom AnimaliaDunia Phyllum ChordataAnak Dunia Sub Phyllum VertebrataKelas Clasis MamaliaBangsa Ordo Scandentia 2 famili, 34 spesiesA. Famili ScuiridaeSebagian bajing ini hidup pada lapisan bawah tanah teresterial dan sebagian ada yang hidup di poho arboreal. Beberapa bajing terlihat sangat mirip, tetapi biasanya dapat diidentifikasi memalui perbedaan pola warna jika binatang ini terlihat jelas. Namun konisi yang ideal jarang sekali, dan banyak bajing tanah hanya terlihat sepintas dalam cahaya yang suram, sedangkan bajing pohon sering tersamar oleh dedaunan atau seperti bayanga di langit. Tropong Binokular sangat membantu untuk melihat bajing, dan ada jenis tertentu, kecuali jelarang dan bajing kerdil, cukup mudah diperangkap dalam kandang perangkap untuk diamati lebih dekat. Bajing tanah moncong runcing Rhinosciurus laticaudatus mungkin dari jauh tampak seperti seekor Tupaia karena moncongnya yang meruuncing, tetapi dapat dibedakan dari ekornya yang lebat dan lebih Famili PteromydaeBajing ini dapat terbang melayang dari atas ke bawah, walaupun tidak dapat benar-benar terbang seperti kelelawar, jenis ini mempunyai membaran diantara kaki depan dan belakang yang memungkinkan melayang jauh diantara pepohonan. Tidak seperti Kubung Malaya , yang juga melayang , ekor bajing terbang tidak terselubung oleh terbang kebanyakan norkturnal, dan lebih aktif diantara pepohonan, sehingga binatnag ini sangat sulit dilihat. Bajing terang yang lebih besar terutama aktif pada sore hari. Jika cahaya cukup atau lampu kepala dan lampu sorot yang kuat tersedia, keempat jenis terbesar biasanya dapat dibedakan, terutama dengan binokular. Walaupun demikian, bajing-bajing yang terbang berukuran kecil sampai dengan sedang kelihatan sangat mirip, terutama bajing terbang pipi jingga, bajing terbang pipi kelabu, dan bajing terbang pipi merah sulit diidentifikasi. Pada spesimen musium Petinomys yang lebih kecil dapat dibedakan dengan hylopetes melalui bentu tengkorak. Bajing terbang memiliki ujung ekor putih yang dapat digunakan sebagai ciri terbang kecil kadang dapat ditangkap dengan jaring kabut pada malam hari, tetapi biasanya ditangkap hanya dengan mencari lubang sarang terlebih dahulu pada batang pohon. Sejumlah besar bajing terbang yang ditangkap dengan cara ini adalah anakan dan sulit untuk Family Scientific Name Indonesia NameScandentia1 Sciuridae1 Ratufa affinis Jelarang Bilalang2 Callosciurrus prevostii Bajing Tiga Warna3 Callosciurrus baluensis Bajing Kinabalu4 Callosciurrus notatus Bajing Kelapa5 Callosciurrus adamsi Bajing Telinga Botol6 Callosciurrus orestes Bajing Kelabu7 Sundasciurus hippurus Bajing Ekor Kuda8 Sundasciurus lowii Bajing Ekor Pendek9 Sundasciurus tenuis Bajing Bancirot10 Sundasciurus jentinki Bajing Jentink11 Sundasciurus brookei Bajing Brooke12 Glyphotes simus Bajing Kerdil Perut Merah13 Lariscus insignis Bajing Tanah Bergaris Tiga14 Lariscus hosei Bajing Tanah Bergaris Empat15 Dremomys everetii Bajing Gunnung16 Rhinosciurus laticaudatus Bajing Tanah Moncong Runcing17 Nannosciurus melanotis Bajing Kerdil Telingan Hitam18 Exilisciurus exilis Bajing Kerdil Dataran Rendah19 Exilisciurus whiteheady Bajing Kerdil Telinga Kuncung20 Rheithrosciurus macrotis Bajing Tanah Ekor Tegak2 Pteromydae1 Petaurillus hosei Bajing Terbang Hose2 Petaurillus emiliae Bajing Terbang Emili3 Lomys horsfield Bajing Terbang Ekor Merah4 Aeromys tephromelas Bajing Terbang Hitam5 Aeromys thomasi Bajing Terbang Coklat Merah6 Petinomys hageni Bajing Terbang Kepala Tengguli7 Petinomys genibarbis Bajing Terbang Berjambang8 Petinomys setosus Bajing Terbang Dada Putih9 Petinomys vordermanni Bajing Terbang Pipi Jingga10 Hylopetes lepidus Bajing Terbang Pipi Kelabu11 Hylopetes spadiceus Bajing Terbang Pipi Merah12 Pteromyscus pulverulentus Bajing Terbang Berbedak13 Petaurista petaurista Bajing Terbang Rakasasa Merah14 Petaurista elegans Bajing Terbang Totol Jika Anda menggemari dunia hewan, pasti pernah mendengar tupai. Tupai adalah salah satu jenis hewan yang mirip sekali dengan bajing secara fisik, akan tetapi terdapat perbedaan yang sangat jauh dari kedua hewan tersebut. Tupai dan bajing memang sering dikira hewan yang sama, di mana pada kenyataannya kedua hewan tersebut sangatlah berbeda. Perbedaan yang pertama adalah tupai bukanlah hewan pengerat, di mana bajing adalah hewan pengerat dan lebih dekat familynya kepada tikus. Tupai kebanyakan tinggal di atas pohon walaupun ada beberapa jenis tupai yang juga hidup di tanah atau akar. Bajing pun mempunyai habitat yang sama, namun kebanyakan bajing lebih sering terlihat di atas pohon. Jika Jenis tupai memakan serangga atau buah, bajing sendiri lebih cenderung memakan buah dan biji-bijian. Untuk ukuran sendiri, bajing terlihat mempunyai ukuran yang lebih besar dari tupai. Jenis tupai yang ada dunia sendiri ada sekitar 20 jenis, di mana 9 jenis diantaranya adalah hewan endemik dari Indonesia. Walaupun mungkin tupai ini sering ditemukan di tempat-tempat yang dekat dari habitatnya, pada kenyataannya ada beberapa jenis dari tupai yang ternyata sudah dinyalain sebagai hewan yang terancam punah. Melihat hal ini sendiri, tentu saja sangat memprihatinkan. Tupai sendiri tersebar di hampir semua benua, terlebih lagi yang mempunyai iklim tropis atau sub tropis. Tupai sendiri biasanya mempunyai ciri fisik bertubuh kecil dan juga dapat bergerak dengan cepat, di mana ada beberapa tupai yang mempunyai warna coklat atau abu-abu. Jenis Tupai Yang Perlu Diketahui Di Dunia jenis tupai Jenis tupai seperti yang sudah disebutkan terdiri dari 20 jenis yang tersebar di sekitaran Indochina dan juga Asia. Di mana ada beberapa jenis dari tupai yang memang sudah masuk ke dalam kategori sebagai hewan yang terancam punah dan juga semakin sulit untuk ditemukan. Beberapa jenis dari tupai ini merupakan hewan asli Indonesia yang memang tersebar di berbagai pulau yang ada, yang mana tentu saja sangat penting untuk diketahui. Berikut ini adalah beberapa jenis dari tupai yang ada di dunia Tupai Ekor Sikat Pen-tailed treeshrew Tupai Ekor Sikat memiliki nama latin Ptelocerus Lowii dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Sebuah studi tentang tupai di Malaysia menemukan bahwa hewan ini menghabiskan beberapa jam untuk mengkonsumsi jumlah yang setara dengan 10 sampai 12 gelas tuak dengan kadar alkohol hingga 3,8% setiap malamnya. Namun Tupai ini tidak akan mabuk walaupun mengkonsumsi alkohol banyak. Sering kali jenis tupai asli Indonesia ini disamakan dengan bajing pohon kelapa, karena memang mempunyai habitat yang sama, namun jika diperhatikan tentu saja kedua hewan tersebar berbeda. Tupai Tanah tupai tanah Tupai Tanah atau Tupai Puwar adalah jenis tupai yang memiliki tubuh paling besar di antara jenis tupai lainnya. Tupai ini dapat di temukan di Sumatera dan Kalimantan. Tupai Tanah memiliki panjang kepala dan badan antara 165–321 mm, ekor 130–220 mm, dan kaki belakang 43-57 mm. Rambut di badannya berwarna lurik dengan pangkal hitam dan ujung berwarna cokelat kemerahan, sehingga memberi kesan warna punggung cokelat kemerahan. Tupai puwar aktif mencari makan pada siang hari diurnal, terutama di atas tanah terestrial. Makanan pokok dari Tupai Tanah adalah serangga, larva kumbang, kutu, semut, cacing tanah dan buah-buahan. Tupai ini sendiri sama seperti namanya, di mana memang mereka lebih dapat ditemukan di area tanah yang penuh dengan makanan utama mereka. Tupai Merah tupai merah Tupai yang masuk dalam hewan dilindungi ini memiliki ciri fisik pada bahu terdapat garis kuning pendek. Tupai ini memilik panjang badan dengan kepala sekitar 15,5 cm, sedangkan ekornya memiliki panjang 13,6 cm. Ekornya berwarna lebih gelap merah kehitaman daripada warna badannya. Kepalanya cukup besar, nyaris berdiameter sama dengan badannya. Jenis tupai ini mendiami pepohonan hutan dataran rendah di Kalimantam, Bunguran, Pulau Natuna bagian utara, Pulau Anambas, dan Pulau Karimata. Tupai merah ini juga sering kali disamakan dengan bajing merah, karena memang mempunyai warna yang mirip dan juga memiliki habitat yang dekat. Tupai Kekes tupai kekes Jenis tupai selanjutnya masalah Tupai kekes yang merupakan salah satu dari sejenis mamalia kecil yang termasuk keluarga tupai atau masuk dalam suku Tupaiidae. Di daerah yang berbahasa sunda hewan ini disebut kekes kékés. Tupai memiliki Panjang kepala dan tubuh sekitar 15 cm atau kurang, ekor sekitar 18 cm. Hidup di hutan yang terbuka dan perkebunan, terutama di tempat dengan banyak pohon kecil. Tupai kekes aktif pada siang hari atau biasanya disebut hewan diurnal, terutama di waktu pagi. Makanan utama mereka adalah serangga dan buah-buahan. Tupai ini sendiri sampai sekarang termasuk sejenis tupai yang masih mudah2an ditemukan di Indonesia. Karena mereka juga memakan buah-buahan, terkadang tupai ini sering dianggap menjadi hama. Tupai Akar tupai akar Jenis tupai selanjutnya adalah Tupai akar yang masuk dalam kategori sejenis mamalia kecil anggota suku tupai. Hewan ini menyebar di wilayah Indonesia bagian barat, Semenanjung Malaya, dan Palawan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ada pula yang menyebutnya tupai tanah. Tupai ini memiliki ukuran tubuh sedang hingga besar, kepala dan badan antara 170-235 mm, ekor 170-242 mm, dan kaki belakang 45-56 mm. Berat badannya berkisar antara 85-190 gram. Aktif mencari makan pada waktu siang hari diurnal. Tupai akar hidup berpasangan, dan mempunyai kawasan yang dijaga ketat teritori. Makanan utama dari Tupai Akar adalah serangga kecil, buah-buahan, biji-bijian dan tunas. Terkadang mereka juga memangsa kadal kecil dan tikus. Tupai Akar banyak di jumpai di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Tupai Akar ini sendiri lebih memiliki untuk hidup di bagian akar pohon dan juga lebih sering menjaga daerah mereka dengan sangat ketat termasuk dari manusia atau hewan pemangsa lain. Tupai Mentawai tupai mentawai Tupai mentawai atau yang sering dikenal Golden-Bellied Treeshrew merupakan jenis tupai yang hidup pada kepuluan Mentawai, Sumatra Barat, Indonesia. Tupai mentawai masuk ke dalam keluar Tupaiidae. Populiasinya terus berkurang karena jumlah pohon di kepulauan Mentawai terus berkurang akibat illegal logging. Tupai mentawai memiliki ekor yang panjang, dan memiliki pendengaran, penglihatan, serta penciuman yang baik. Jenis tupai ini termasuk ke dalam omnivora yang artinya pemakan segala jenis. Makanan yang dimakan adalah berbagai serangga, vertebrata kecil, buah-buahan, dan biji-bijian. Sangat disayangkan jenis tupai ini sudah semakin terancam keberadaannya. Tupai Madras Jenis tupai Madras dikenal dengan nama lain Tupai India atau Tupai Bambu. Ini adalah spesies Tupai yang endemik di India. Tupai memiliki memiliki panjang hingga cm dengan ekor hingga cm. Mereka termasuk arboreal dan menghabiskan banyak waktunya di tanah atau memanjat di medan berbatu untuk mencari serangga dan biji-bijian. Tupai ini sendiri merupakan hewan endemik dari India. Tupai Indochina tupai indochina Treeshrew utara adalah spesies treeshrew yang berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 1841, ahli zoologi Jerman Johann Andreas Wagner pertama kali menggunakan nama spesifik Cladobates belangeri untuk treeshrews yang telah dikumpulkan di Pegu selama ekspedisi Prancis ke Asia Tenggara. Berat rata-rata dari Jenis tupai ini adalah 0,2 kg dan mereka bisa hidup sampai usia 11 tahun. Tupai ini sendiri tersebar di beberapa negara seperti Assam, Bangladesh, Burma, Tiongkok selatan, Thailand, Indochina, Hainan Tupai Kalamian tupai kalamin Treeshrew Calamian atau Tupai Kalamian adalah spesies tupai yang ditemukan di pulau Busuanga dan Culion, yang merupakan bagian dari kelompok Kepulauan Calamian di Filipina. Tupai ini sendiri hanya dapat ditemukan di pulau tersebut dan keberadaannya semakin sedikit. Jika Jenis tupai ini ditemukan di luar habitatnya maka dapat dipastikan ada campur tangan manusia. Tupai Gunung Tupai Gunung adalah salah satu jenis tupai yang terdapat hanya di pegunungan. Aktif di siang hari, terutama saat subuh dan menjelang sore. Berjalan dan makan di permukaan tanah dan di antara pohon-pohon tumbang. Makanan utama tupai ini adalah hewan-hewan kecil, tumbuhan dan serangga kecil. Biasanya tupai ini dapat ditemukan di daerah Serawak, Malaysia dan keberadaannya pun semakin sedikit. Tupai Mindanao Tupai Mindanao, juga disebut tupai pohon Filipina, adalah spesies treeshrew endemik di wilayah Mindanao di Filipina. Ini adalah satu-satunya anggota genus Urogale. Tupai ini memiliki berat rata-rata 335 gram dan termasuk hewan terestrial atau biasa dikenal mencari makan dan tinggal di atas tanah. Tupai ini dapat ditemukan pada siang hari diurnal. Tupai Mindanao termasuk omnivora, makanan utamanya adalah buah-buahan, kadal kecil, telur burung dan serangga. Jumlah populasi jenis tupai ini masuk kedalam jumlah hewan yang terancam punah, selain hanya dapat ditemukan Mindanao, tupai ini juga sering dianggap masyarakat setempat sebagai hama karena memakan buah-buahan miliki warga. Tupai Nikobar Tupai Nicobar adalah spesies tupai di dalam Tupaiidae. Ini endemik ke Kepulauan Nicobar di mana ia mendiami hutan hujan di pulau itu. Di mana keberadaannya pun sangat sulit untuk ditemukan, karena jenis tupai ini sendiri sudah semakin sedikit dan masuk dalam kategori hampir punah. Hal ini disebabkan makin sempitnya habitat asli mereka yang dipengaruhi oleh beberapa debian. Tupai Nicobar pertama kali dideskripsikan oleh Johann Zelebor pada tahun 1868. Tupai ini lebih memiliki habitat di dekat sungai. Tupai Tercat Tupai Tercat memiliki pola warna serupa dengan jenis tupai tanah, akan tetapi tubuhnya relatif lebih kecil, di mana ukuran dari kepala serta badan hanya sampai pada 240 mm dan moncongnya relatif lebih pendek. Tupai Tercat aktif mencari makan pada siang hari diurnal dan lebih sering hidup di tanah. Hewan ini hidup berpasangan yang juga sangat ketat menjaga territorial atau daerah kekuasaan mereka. Makanan utamanya berupa serangga, kutu, semut, rayap, cacing tanah dan buah-buahan. Tupai Kaki Panjang Tupai berkaki panjang adalah spesies tupai di dalam Tupaiidae. Jenis tupai yang satu ini sangat unik, memiliki kaki yang panjang memang. Bulunya warna coklat dengan ekor yang panjang. Telinganya pendek dan hidungnya mancung. Tupai Kaki Panjang adalah hewan endemik di Kalimantan, di mana sudah masuk dalam hewan yang terancam punah akibat eksplotasi hutan yang berlebihan, sehingga habitat mereka pun mengalami pengurangan secara drastis. Tupai Ekor Kecil Indochina Tupai Ekor Kecil Indochina adalah spesies tupai dalam keluarga Tupaiidae yang ditemukan di Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Jenis Tupai ini memiliki bulu warna hitam, dengan ekor kecil agak panjang, berbulu lebat dan sangat halus. Tupai yang satu ini termasuk jenisa dari tupai yang jumlahnya masih terbilang banyak. Tupai Ekor Kecil Tupai Ekor Kecil adalah spesies tupai dalam keluarga Tupaiidae. Termasuk salah satu hewan endemik asli Kalimantan. Habitat alaminya adalah hutan kering subtropis atau tropis. Tupai ini memiliki panjang kepala dan tubuh adalah 5 inci 13 cm, dengan panjang ekor 4,5 inci 11 cm. Berat tubuh sekitar 1,5 ons 43 g. Mereka aktif pada siang sampai sore hari diurnal dan mencari makanan juga beraktifitas diatas pohon arboreal. Hidup di hutan hujan tropis. Makanan utama dari Tupai Ekor Kecil adalah serangga kecil yang bisa mereka temukan dipohon. Sangat disayangkan jenis tupai ini sendiri sudah mulai mengalami penurunan jumlah populasi dan masuk sebagai hewan terancam punah karena habitatnya yang semakin kecil. Tupai Bergaris Tupai Bergaris adalah spesies tupai dari keluarga Tupaiidae. Jenis tupai ini mempunyai ciri khas pada garis lurus hitam di punggungnya, dari belakang kepala sampai ke pangkal ekor. Rambut punggung pendek dan halus, berwarna lurik dengan pangkal putih, di tengah kuning sampai kuning kecoklatan, dan ujungnya hitam. Tupai jenis ini merupakan salah satu jenis dari tupai yang menghuni dataran rendah. Spesies ini endemik di Kalimantan di mana bisa ditemukan juga di Sabah, Sarawak Malaysia, dan Brunei. Di mana tupai ini sering kali dijadikan peliharaan karena mempunyai motif yang unik dan juga cantik. Tupai Ramping Tupaia Gracilis Tupai yang ramping adalah spesies tupai di dalam Tupaiidae. Ini asli Kalimantan dan mendiami hutan tua dataran rendah yang paling penting. Jenis tupai ini ditemukan di daerah Timur Sumatera dan Barat Kalimantan. Ia bisa ditemukan di pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi. Tubuhnya mirip dengan Tupaia glis, hanya ujung hidungnya tidak hitam. Tupai Kecil Pygmy treeshrew atau Tupai Kecil adalah spesies tupai dalam keluarga Tupaiidae. Ini asli ke Thailand, Malaysia dan Indonesia. Nama generik berasal dari kata Melayu tupai yang berarti tupai atau hewan kecil yang menyerupai tupai. Dapat ditemui di Indonesia khususnya di Pulau Sumatera, pulau Kalimantan dan Malaysia. Tupai Kecil beraktifitas pada siang hari diurnal dan termasuk hewan omnivora makanan utamanya serangga dan buah-buahan. Tupai Palawan Palawan treeshrew atau Tupai palawan adalah spesies tupai adalah endemik asli pulau Palawan, Filipina, di mana tupai ini tinggal dipermukaan laut hingga ketinggian m. Populasi tupai palawan dianggap stabil. Sebelumnya tupai palawan dianggap sebagai subspesies dari tupai pada umumnya. Spesies ini hidup di hutan yang kaya dengan air dan sungai. Tupai Palawan juga dapat ditemukan di zona pertanian misalnya, perkebunan mete dan kelapa, daerah semak belukar, dan daerah bekas tebangan. Spesies ini termasuk yang beraktifitas pada siang sampai dengan sore hari diurnal.

jenis jenis tupai dan gambarnya